ASI sebagai Makanan Bayi 6 Bulan Pertama

ASI sebagai Makanan olume dan formasi ASI bergantung pada keperluan bayi pada periode menyusui. Kandung gizinya juga berlainan waktu bayi baru lahir, ASI peralihan, ASI masak, dan ASI di saat penyapihan.

Selaku contoh, ASI yang dibuat di hari 1-5 periode menyusui kaya zat nutrisi, khususnya protein, sesaat ASI peralihan memiliki kandungan banyak lemak dan gula susu (laktosa).

ASI dari ibu yang melahirkan bayi prematur memiliki kandungan semakin banyak protein serta lemak dan semakin sedikit laktosa dibanding ASI dari ibu yang melahirkan bayi cukup bulan. Kandung ASI ini telah disamakan secara biologis untuk penuhi keperluan gizi setiap bayi. ASI sebagai Makanan

Jumlah ASI yang Diperlukan Bayi
Bayi yang baru lahir sampai umur enam bulan tidak memerlukan air putih, juice, atau cairan yang lain. Tidak boleh sesekali memberi Sang Kecil makanan padat pada umur ini, sebab aliran pencernaannya masih juga dalam step perubahan dan tidak bisa mengolah makanan lain kecuali ASI dan susu formulasi.
Bayi yang baru lahir perlu disusui sekitar 8-12 kali satu hari atau tiap 2-3 jam sekali. Bersamaan pertambahan umur, frekwensi menyusu Sang Kecil bisa menjadi 7-9 kali satu hari, tetapi jumlah susu yang diminum bertambah banyak.
Jika ASI diberi berbentuk ASI perah, karena itu banyaknya disamakan dengan keperluan dan umur bayi. Berikut referensinya:
Mencapai enam bulan, kecuali minum ASI, Sang Kecil bisa mulai dikenalkan dengan makanan padat atau MPASI.
Bila Sang Kecil mulai menggerakkan tangan, kaki, badan, dan mulutnya, dan mulai rewel dan menangis, itu pertanda ia telah lapar. Makin cepat Bunda menyusui Sang Kecil, maka semakin baik.
Jika Sang Kecil tutup mulutnya, stop menghisap, atau beralih dari puting atau botol susu, itu pertanda ia telah kenyang atau ingin stop menyusu sesaat. Nantikan semenit saat sebelum memberikannya susu kembali. Paling akhir, janganlah lupa untuk bikin bayi bersendawa sesudah dia diberi susu.
Tanda-Tanda Bayi Siap untuk MPASI
Bunda sudah diperbolehkan untuk memperkenalkan makanan padat ke Sang Kecil sesudah umur enam bulan. Tetapi, Bunda harus pastikan terlebih dahulu jika Sang Kecil siap diberi makanan padat. Untuk mengenali apa Sang Kecil siap atau belum, Bunda bisa menyaksikannya dari beberapa sinyal selaku berikut ini:
Scroll to top
error: Content is protected !!