Cara Melakukan Pertolongan Pertama pada Patah Tulang

Cara Melakukan Pertolongan Jika Anda memberi bantuan ke seorang yang diduga alami patah tulang, tidak boleh gerakkan atau mengalihkan orang itu, terkecuali untuk menghindar luka selanjutnya. Sekalian menanti kontribusi klinis tiba, Anda bisa hentikan perdarahan dengan memberi desakan pada cedera memakai perban steril, kain bersih, atau baju bersih.

Bila kontribusi klinis belum tiba dan Anda pernah memperoleh training langkah menempatkan bidai atau penyangga (contoh kayu yang lempeng), gunakanlah bidai ke tempat di atas dan di bawah posisi tulang yang patah. Ingat, tidak boleh coba kembalikan atau menggerakkan tulang yang muncul ke status aslinya. Cara Melakukan Pertolongan

Sesudah pembidaian dilaksanakan, kompres sisi yang patah dengan es batu untuk kurangi bengkak dan menurunkan merasa sakit. Tidak boleh memberi kompres es langsung ke kulit. Buntel es dengan handuk atau kain lebih dulu.
Bila korban luka tidak sadarkan diri atau bernapas pendek dan cepat, baringkan dia dengan kepala sedikit lebih rendah dari badannya. Bila
memungkinkannya, angkat kakinya semakin tinggi dari tubuh. Bila korban luka sadar, Anda bisa memberi obat penurun ngilu, seperti paracetamol.
Ada sisi patahan tulang yang sudah tembus kulit
Bila sisi yang patah nampak sampai tembus kulit, dibutuhkan perlakuan klinis selekasnya untuk menahan cedera terkena. Team klinis akan bersihkan cedera dan jaringan yang tercemar (debridement), lalu lakukan pencucian cedera (lavage).
Luka dibarengi perdarahan berat
Perdarahan berat bisa mengakibatkan pasien terguncang sampai wafat. Jika mempunyai alat bebat kuat (tourniquet), Anda bisa memasangnya 5-7 cm di atas posisi perdarahan pada lengan atau tungkai. Kemudian, mengencangkan bebat sampai perdarahan stop sekalian menanti kontribusi klinis tiba.
Sesudah team klinis tiba, korban akan dibawa langsung ke IGD supaya keadaannya konstan. Jika pasien telah konstan, dokter akan lakukan photo Rontgen pada posisi yang diduga patah tulang. Dokter dapat melempengkan kembali patahan tulang dan memosisikannya hingga tidak memunculkan kerusakan selanjutnya pada jaringan sekelilingnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top
error: Content is protected !!